Selasa, 11 Desember 2012

golongan dan kelainan darah manusia

Terdapat 3 sistem penggolongan darah pada manusia :

1. Sistem MN : golongan darah digolongkan menjadi 3 yaitu M, MN dan N.

2. Sistem Rh (Rhesus) : golongan darah manusia di golongkan menjadi 2 yaitu Rh+ dan Rh-.

Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh- dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih.

Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH- , dimanadareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akankemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).

3. Sistem A, B, O : Dr. Landsteiner dan Donath membedakan glongan darah manusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O.

Golongan darah A : sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin b atau zat anti B.

Golongan darah B : sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin a atau zat anti A.

Golongan darah AB : sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sedang dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b.

Golongan darah O : sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, tetapi plasma nya mengandung aglutinin a dan b.

Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) berarti zat yang menggumpalkan.










D

O

N

O

R
  RESPIEN
A g l u t i n i n
A B AB O
Aglutinin b a - ab


A

B

AB

O

 


-

+

+

-


+

-

+

-


-

-

-

-


+

+

+

-


Keterangan :

+ = terjadi penggumpalan

- = tidak terjadi penggumpalan

Secara teori golongan daran AB dapat menerima semua golongan darah disebut respien universal, dan golongan adrah O dapat memberi kepada semua golongan darah disebut donor universal.

Jenis-jenis penyakit kelainan darah pada manusia

1. Hemofili : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).

2. anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal.

3. Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah.

4. Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.

5. Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.

6. Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis.

7. Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur.

Aterosklerosis, bila endapannya lemak.

Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.

8. Trombus & embolus : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.

9. Koronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.

10. varises : pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anus disebut ameien (hemoroit).

11. Hipertensi : tekanan darah tinggi.

12. Hipotensi : tekanan darah rendah.

13. Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.

14. Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).

Tags: Golongan darah pada manusia, Jenis Golongan Darah Pada Manusia, Jenis-jenis Penyakit Kelainan Darah, Macam-macam golongan darah manusia, Macam-macam Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah

pita suara

Pita suara, terdiri dari kembar infoldings membran mukosa membentang horizontal di pangkal tenggorokan. Mereka bergetar, modulasi aliran udara yang dikeluarkan dari paru-paru selama artikulasi.
Buka selama inhalasi, ditutup ketika memegang satu napas, dan bergetar untuk berbicara atau bernyanyi (oscillating 440 kali per kedua ketika bernyanyi a di atas tengah C), lipatan dikendalikan melalui saraf vagus. Mereka putih karena darah kurang sirkulasi.
Pangkal tenggorokan adalah sumber utama (tetapi tidak hanya) suara dalam pidato, menghasilkan suara melalui berirama pembukaan dan penutupan lipatan vokal. Untuk terombang-ambing, lipatan vokal yang membawa cukup dekat bersama-sama sehingga tekanan udara menumpuk di bawah pangkal tenggorokan. Lipatan yang didorong terpisah oleh tekanan subglottal peningkatan ini, dengan bagian lebih rendah dari tiap lipatan yang memimpin bagian yang unggul. Di bawah kondisi yang benar, pola osilasi ini akan mempertahankan dirinya sendiri. Pada dasarnya, suara yang dihasilkan di pangkal tenggorokan oleh memotong up aliran udara ke sedikit puff gelombang suara, yang disebut triygergonus.
Dirasakan nada suara orang yang ditentukan oleh sejumlah faktor yang berbeda, tidak sedikit yang adalah fundamental frekuensi suara yang dihasilkan oleh pangkal tenggorokan. Frekuensi mendasar ini dipengaruhi oleh panjang, ukuran, dan ketegangan lipatan vokal. Dalam dewasa laki-laki, frekuensi ini rata-rata sekitar 125 Hz, betina dewasa sekitar 210 Hz, anak-anak frekuensi adalah lebih dari 300 Hz. kedalaman-Kymography adalah sebuah metode pencitraan untuk memvisualisasikan kompleks horisontal dan vertikal gerakan vokal lipatan.
Lipatan vokal menghasilkan suara kaya harmonik. Harmonik yang dihasilkan oleh tumbukan lipatan vokal dengan diri mereka sendiri, oleh recirculation beberapa udara kembali melalui trakea, atau keduanya.
Beberapa penyanyi dapat mengisolasi beberapa harmonik mereka dengan cara yang dianggap sebagai bernyanyi di lebih dari satu pitch pada saat yang sama-teknik yang disebut overtone bernyanyi.
Lipatan pita terletak di pangkal tenggorokan di atas Trakea. Mereka melekat posterior rawan arytenoid, dan anteriorly tulang rawan tiroid. Tepi luar mereka (seperti yang ditunjukkan pada ilustrasi) yang melekat pada otot di pangkal tenggorokan sementara tepi batin mereka, atau margin gratis (lubang). Mereka dibangun dari epitelium, tetapi mereka memiliki beberapa serat-serat otot pada mereka, yaitu vocalis otot yang mengencangkan bagian depan pembedahan dekat dengan tulang rawan tiroid. Mereka adalah datar segitiga band dan berwarna putih mutiara. Di atas kedua sisi lipatan vokal (lubang dan pembedahan itu sendiri) adalah '' vestibular lipatan '' atau '' palsu vokal lipatan '' yang memiliki kantung kecil antara dua lipatan (tidak digambarkan).
Terletak di atas pangkal tenggorokan, epiglotis yang bertindak sebagai sebuah lipatan yang menutup dari trakea selama tindakan menelan makanan langsung ke dalam sebuah tabung yang terpisah di belakang trakea yang disebut esofagus. Jika makanan atau cairan masuk Trakea dan kontak lipatan vokal karena dari kegagalan perlindungan ini ("turun pipa yang salah"), menyebabkan refleks batuk untuk mengusir masalah dalam rangka untuk mencegah tersedak.
Pria dan wanita memiliki ukuran flip vokal yang berbeda. Suara-suara laki-laki dewasa biasanya lebih rendah bernada dan memiliki lipatan yang lebih besar. Laki-laki adalah antara 17 mm dan 25 mm (sekitar 0,75 "1.0") panjangnya.
Perempuan adalah antara 12.5 mm dan panjang 17.5 mm (approx 0,5 "0,75").
Lipatan adalah putih mutiara dalam warna - putih pada wanita daripada mereka pada laki-laki.
Perbedaan dalam ukuran vokal flip antara pria dan wanita berarti bahwa mereka berbeda bernada suara. Selain itu, genetika juga menyebabkan varians antara jenis kelamin yang sama, dengan laki-laki dan perempuan suara yang dikategorikan ke dalam jenis.

manfaat belajar biologi

Hay teman'..khususnya maba biologi...selain kita mencoba untuk fokus dalam pemahaman mengenai objek" dan materi mengenai biologi,nggak ada slahnya kan kalau kita mengetahui Manfaat mempelajari Biologi yang terdiri dari:
1.Biologi menawarkan berbagai kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan tentang dirimu sendiri dan benda hidup lainnya yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
2.Biologi dapat membantumu untuk melihat dunia dan alam kehidupan ini sebagaimana yang dilakukan oleh para ilmuwan.
3.sebagai pengetahuan dasar untuk beberapa bidang dan profesi.misalnya:bidang pertanian,kesehatan,perkebunan,dll.
4.Biologi akan membantumu untuk memahami dasar-dasar penyebab suatu penyakit.

ganja

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Ganja hadir dalam berbagai bentuk. Ganja adalah tembakau hijau-seperti campuran daun. Hasis dan minyak hasis adalah bentuk yang lebih kuat dampaknya dari ganja. Hasis adalah hasil lelehan dari tanaman yang dijual dalam bentuk minyak atau blok kecil hasil pemadatan. Ganja mempunyai beberapa nama populer seperti dele, daun, cimeng, Pot, Weed, dan lain-lain.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.


Dampak langsung dari ganja

Ganja memengaruhi penggunanya dengan cara yang berbeda. Beberapa orang mengalami reaksi lebih kuat dari yang lain. Reaksi paling umum yang ditimbulkan oleh ganja adalah kejang-kejang dan mabuk. Ada beberapa efek lain seperti:
  • Paranoia.
  • Muntah-muntah.
  • Kehilangan koordinasi.
  • Kebingungan.
  • Meningkatkan nafsu makan.
  • Mata merah.
  • Halusinasi.

Dampak jangka panjang


Penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa dampak yang lebih serius jika ganja dikonsumsi secara rutin. Beberapa efek diantaranya adalah:
  • Beresiko tinggi terhadap bronkitis, kanker paru-paru dan gangguan pernafasan (ganja berdampak dua kali lebih berat daripada tar dari rokok).
  • Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas, kehilangan tenaga, kebosanan.
  • Mengganggu daya ingat jangka pendek, pemikiran logis dan koordinasi.
  • Mengganggu gairah seksual.
  • Mengurangi jumlah sperma/periode menstruasi yang tidak teratur.
  • Perilaku gangguan mental hebat.
  • Merusak sistem kekebalan tubuh.