Lapisan Kulit
(Sistem Ekskresi 4)
Kulit merupakan bagian permukaan luar dari tubuh kita. Oleh sebab itu,
kulit sering berinteraksi dengan lingkungan. Jika kita perhatikan pada
permukaan kulit akan kita temukan rambut-rambut lembut yang muncul dari
pori-pori.
organ kulit
1)Epidermis (Kutilkula) Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit,
yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0,07 mm terdiri
atas beberapa lapisan, antara lain seperti berikut :
a) Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk.
Letak lapisan ini berada paling luar dan merupakan kulit mati. Jaringan
epidermis ini disusun oleh 50 lapisan sel-sel mati, dan akan mengalami
pengelupasansecara perlahan-lahan, digantikan dengan sel telur yang
baru.
b) Stratum lusidum, yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit
dan rambut. Semakin banyak melanin yang dihasilkan dari sel-sel ini,
maka warna kulit akan menjadi semakin gelap. Coba Anda perhatikan kulit
orang “suku Dani di Irian dengan suku Dayak di Kalimantan pada Gambar
7.8!
Jika dikaitkan dengan hal ini apa yang terjadi pada kulit dari kedua
suku tersebut? Selain memberikan warna pada kulit, melanin ini juga
berfungsi untuk melindungi sel-sel kulit dari sinar ultraviolet matahari
yang dapat membahayakan kulit. Walaupun sebenarnya dalam jumlah yang
tepat sinar ultraviolet ini bermanfaat untuk mengubah lemaktertentu di
kulit menjadi vitamin D, tetapi dalam jumlah yang berlebihan sangat
berbahaya bagi kulit. Kadang-kadang seseorang menghindari sinar matahari
di siang hari yang terik, karena ingin menghindari sinar ultraviolet
ini. Hal ini disebabkan karena ternyata sinar ultraviolet ini dapat
membuat kulit semakin hitam. Berdasarkan riset, sinar ultraviolet
dapat merangsang pembentukan melanosit menjadi lebih banyak untuk tujuan
perlindungan terhadap kulit. Sedangkan jika kita lihat seseorang
mempunyai kulit kuning langsat, ini disebabkan orang tersebut memiliki
pigmen karoten. c) Stratum granulosum, yang menghasilkan pigmen warna
kulit, yang disebut melamin. Lapisan ini terdiri atas sel-sel hidup dan
terletak pada bagian paling bawah dari jaringan epidermis. d) Stratum
germinativum, sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini
merupakan lapisan yang aktif membelah. Sel-selnya membelah ke arah luar
untuk membentuk sel-sel kulit teluar. Sel-sel yang baru terbentuk akan
mendorong sel-sel yang ada di atasnya selanjutnya sel ini juga akan
didorong dari bawah oleh sel yang lebih baru lagi. Pada
saat yang sama sel-sel lapisan paling luar mengelupas dan gugur.
2)Dermis (Kulit Jangat)
Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis,
yang terdiri atas banyak lapisan. Jaringan ini lebih tebal daripada
epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut
khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas kolagen, yaitu suatu
jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Kolagen
akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Itulah
sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput.
Lapisan dermis terletak di bawah
lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri atas bagian-bagian berikut. Folikel rambut dan struktur sekitarnya
a)Akar Rambut
Di sekitar akar rambut terdapat otot polos penegak rambut (Musculus
arektor pili), dan ujung saraf indera perasa nyeri. Udara dingin akan
membuat otot-otot ini berkontraksi dan mengakibatkan rambut akan
berdiri. Adanya saraf-saraf perasa mengakibatkan rasa nyeri apabila
rambut dicabut.
b)Pembuluh Darah
Pembuluh darah banyak terdapat di sekitar akar rambut. Melalui pembuluh
darah ini akar-akar rambut mendapatkan makanan, sehingga rambut dapat
tumbuh.
c)Kelenjar Minyak (glandula sebasea) Kelenjar minyak terdapat di sekitar
akar rambut. Adanya kelenjar minyak ini dapat menjaga agar rambut tidak
kering.
d)Kelenjar Keringat (glandula sudorifera)
Kelenjar keringat dapat menghasilkan keringat. Kelenjar keringat
berbentuk botol dan bermuara di dalam folikel rambut. Bagian tubuh yang
banyak terdapat kelenjar keringat adalah bagian kepala, muka, sekitar
hidung, dan lain-lain. Kelenjar keringat tidak terdapat dalam kulit
tapak tangan dan telapak kaki.
e)Serabut Saraf
Pada lapisan dermis terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir
saraf sensoris. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa
panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.
Jaringan dermis juga dapat menghasilkan zat feromon, yaitu suatu zat
yang memiliki bau khas pada seorang wanita maupun laki-laki. Feromon ini
dapat memikat lawan jenis.
b.Fungsi Kulit
Kulit merupakan organ ekskresi tempat pengeluaran keringat. Bagian dari
kulit yang berfungsi untuk hal ini adalah kelenjar keringat. Pernahkah
Anda berpikir, mengapa pada saat udara panas kita banyak mengeluarkan
keringat? Ternyata hal itu terkait dengan fungsinya, yaitu sebagai
pengatur suhu tubuh. Keringat yang dikeluarkan dapat menyerap panas
tubuh, untuk mempertahankan panas tubuh agar stabil. Pangkal dari
kelenjar keringat terletak berdekatan dengan kapiler darah. Air dan
garam mineral yang berada pada kapiler darah akan diserap oleh kelenjar
keringat, dan dikeluarkan dalam bentuk keringat.
Selain sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai berikut.
1)Melindungi Tubuh dari Panas, Kuman, dan Gesekan Dari Luar
Kulit bagaikan benteng yang dikelilingi penuh dengan musuh yang
selalusiap menerobos masuk jika ada bagian dari benteng tersebut yang
terbuka. Musuh tersebut adalah kuman. Apabila kuman-kuman ini dapat
masuk kedalam tubuh dan ikut dalam peredaran darah maka akan
membahayakan tubuh. Misalnya Staphylococcus aerus dapat menyebabkan
berbagai macam penyakit antara lain jerawat, bisul sampai, infeksi
paru-paru.
2)Mengatur Suhu Tubuh
Kulit dapat mendinginkan dan menghangatkan tubuh. Coba Anda perhatikan
kulit Anda ketika suhu udara terlalu dingin atau panas! Bagaimana
keadaannya? Pada saat udara dingin maka pembuluh darah kulit akan
menutup sehingga darah tidak mengalir ke sana akibatnya kulit kelihatan
pucat. Kondisi ini bertujuan untuk membantu agar panas tubuh
tidak mudah hilang sehingga darah dapat terlindungi. Dalam kondisi ini,
kelenjar keringat pun akan tertutup rapat untuk mencegah pembetukan
keringat. Adapun pada keadaan suhu tubuh meningkat, maka ujung-ujung
saraf pada kulit akan membuka, akibatnya banyak darah mengalir ke kulit
dengan tujuan untuk didinginkan oleh udara di sekitarnya. Itulah
sebabnya seseorang tampak memerah pada saat kepanasan.
3)Mengatur Pengeluaran Air
Kulit dapat mengontrol kehilangan air dari dalam tubuh, karena jika
tubuh kehilangan air secara berlebihan maka akan membahayakan tubuh.
Kadang-kadang ditemukan seseorang mengalami pingsan setelah mengikuti
upacara bendera di terik panas matahari. Hal ini disebabkan karena
pengeluaran keringat yang berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi yang
disebut “lapar garam”.
c.Kelainan pada Kulit
Kulit dapat mengalami gangguan, di antaranya, jerawat, bisul, flek (noda
hitam) dan kanker kulit. Timbulnya jerawat dan bisul disebabkan karena
produksi kelenjar minyak yang berlebihan sehingga menyumbat salurannya.
Karena saluran keluarnya tersumbat maka banyak minyak yang tertinggal di
dalam kulit dan menjadi makanan bagi bakteri tertentu, maka munculah
jerawat atau bisul. Flek atau noda hitam di wajah, dapat terjadi karena
daerah-daerah tertentu yang bersifat peka terhadap sinar ultraviolet
matahari, sehingga merangsang pigmentasi dan membentuk bercak hitam.
Kecenderungan ini terjadi pada orang yang berkulit putih. Adapun kanker
kulit dapat juga disebabkan oleh sinar ultraviolet yang berlebihan.
Jaringan kulit dapat mengalami kelainan misalnya luka bakar. Akibat luka
bakar ini protein jaringan terdenaturasi. Gejalanya adalah bengkak,
merah, melepuh, dan menyebabkan rasa sakit di kulit. Luka bakar jika
dibiarkan akan menyebabkan infeksi pada jaringan kulit dan gangguan
pernapasan. Hal -hal yang perlu diketahui untuk memberikan pertolongan
pada luka bakar yang ringan antara lain seperti berikut.
1)Mencelupkan luka bakar ke dalam air dingin untuk mengurangi rasa sakit.
2)Kulit melepuh yang telah pecah dibersihkan dengan sabun dan air kemudian diberi obat jenis perak sulfadiasin.
3)Lepuh yang pecah tidak perlu dipecahkan karena dapat mengakibatkan infeksi kuman.
4)Minum obat antibiotika
Apabila luka bakar tersebut parah dan hebat yang harus dilakukan:
1)apabila mengenai saluran pernapasan, maka perlu dilakukan pernapasan buatan agar tidak sesak napas;
2)luka-luka dibersihkan agar tidak terinfeksi kuman;
3)diberi antibiotika;
4)jika penderita shock perlu diberi infus.