Sejarah biologi sendiri dimulai dengan ilmu yang mempelajari tentang
hewan (zoologi) yang digagas oleh Aristoteles, salah satu penelitian
paling awal dari dunia sains dan merupakan pencetus dalam sejarah
ilmiah. Selagi para ahli Yunani Kuno lainnya, seperti Anaximander dan
Theophrastes, memberikan kontribusinya terhadap sejarah biologi,
Aristoteles telah digelari "Bapak Biologi" berkat pemikiran zoologi
Aristoteles, karena pendekatannya yang sistematis terkait masalah
klasifikasi dan penerapan fisiologi. Metode dan teori Aristoteles
merupakan lompatan kuantum dalam pembentukan pemikiran mengenai
pengetahuan manusia saat ini . Zoologi Aristoteles adalah sesuatu yang
harus dipelajari bagi setiap ahli biologi modern, sebagai contoh atau
dasar yang sempurna mengenai bagaimana cara menyusun sebuah
pengetahuan yang didasarkan pada observasi yang cermat.
Zoologi
Aristoteles dan klasifikasi spesiesnya merupakan kontribusi terbesar
terhadap sejarah biologi, terutama idenya untuk mengklasifikasikan hewan
ke dalam kelompok sesuai dengan perilaku mereka dan berdasarkan
persamaan dan perbedaan antara fisiologi mereka. Dengan mengandalkan
observasi atau pengamatan ia mampu mengkategorikan spesies-spesies hewan
yang diamatinya itu. Meskipun cara ia mengklasifikasikannya terasa
'aneh' dan sulit untuk diterima bagi ahli zoologi modern saat ini,
karena mengingat peralatan yang digunakannya terbatas tapi tak bisa
dipungkiri bahwa pemikirannya untuk mengklasifikasikan spesies tersebut
merupakan suatu akses terhadap penciptaan metode yang sistematis dan
pendekatan empiris untuk memperoleh pengetahuan yang lebih terperinci.
Dalam
bukunya 'History of Animals', ia mengamati fisiologi hewan dan
membandingkan organ dan fungsi spesifik mereka. Dia mencatat bagaimana
organ-organ yang sama bisa bervariasi pada hewan yang berbeda dan
mendokumentasikan bagaimana organ-organ yang sama memiliki fungsi yang
sama sekali berbeda. Dia pun mengaitkan hal ini dengan gaya hidup dan
habitat dari spesies tersebut, dan organ-organ tersebut akan menjadi
berbeda-beda karena menyesuaikan dengan lingkungannya, apakah hewan
tersebut hidup di daratan, di udara atau perairan, dan apakah hewan
bernafas dengan udara atau tidak.
Di antara hewan darat ada
beberapa hewan yang memiliki paru-paru dan menghirup udara dengan cara
yang sama sebagai manusia dan juga mengumpulkan makanan dengan cara yang
sama. Paham Zoologi Aristoteles waktu itu mengatakan bahwa lebah dan
serangga tidak menghirup udara, hal ini berdasarkan pengamatannya bahwa
keduanya tidak memiliki paru-paru (ukurannya yang kecil); dan ternyata
dalam hal ini dugaannya salah . Akan tetapi mengingat bahwa ia belum
memiliki mikroskop waktu itu maka pendapat Aristoteles yang tidak tepat
ini bisa dimaklumi.
Berdasarkan pemikiran-pemikiran yang lahir
dari Aristoteles itulah yang membuatnya dijuluki sebagai bapak biologi
karena hal itulah yang menjadi dasar kemunculan ilmu biologi itu sendiri
dan berkembang menjadi berbagai cabang biologi seperti ilmu Botani,
taksonomi, Anatomi, Fisiologi, Mikrobiologi, embriologi, dan lain
sebagainya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar